Mata kuliah Perilaku Konsumem memberikan banyak sekali pelajaran berharga untuk menjadi konsumen yang bijak dalam memilih suatu produk Hal menarik yang dipelajari hari ini adalah tentang studi perilaku konsumen yang mencakup hal-hal apa saja yang seringkali dilakukakn oleh konsumen saat hendak mengkonsumsi sebuah produk. Hal lain yang membuat menarik adalah hal yang berhubungan dengan keputusan individu yang mendasari konsumen dalam memilih produk serta faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu budaya, keluarga, teknologi, kelompok acuan, lingkungan dan situasi konsumen, serta karateristik demografi, sosial, ekonomi. Melalui mata kuliah perilaku konsumen ini saya dapat belajar bagaimana cara bijak dan cerdas menjadi seorang konsumen.
Motivasi kuliah di IPB departemen Ilmu dan Teknologi Pangan
04.04 |
Seperti kebanyakan gadis yang baru saja lulus dari banggu sma, saya juga punya keinginan untuk terus mengenyam pendidikan di bangku perguruan tinggi. Keinginan saya untuk meneruskan kuliah sangat didukung penuh oleh kedua orang tua yang memiliki latar pendidikan cukup dan kebetulan juga berkecimpung di dunia pendidikan. Selain itu, saya masih ingin terus belajar, mencari ilmu sebanyak banyaknya untuk dishare kepada orang lain. Bukankah ada hadits yang mengatakan bahwa "Tuntunlah ilmu dari gendongan ibumu hingga linang lahat?" itulah yang juga memberikan motivasi kuat bagi saya untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebagai mahasiswa kita dituntut untuk menjadi agen perubahan di masyarakat dan turut andil dalam pelaksanaan pemerintahan di negara ini, hal itulah yang memberikan motivasi dan keinginan yang kuat untuk menjadi agent of change bagi bangsa ini.
IPB merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang banyak menghasilkan orang-orang penting dalam membawa perubahan bangsa ini. Banyak karya-karya kreatif dan inovatif yang dilahirkan dari institut terkemuka yang terletak di Bogor ini. Hal tersebut memantapkan saya untuk memilih Institut Pertanian Bogor sebagai perantara untuk mewujudkan cita-cita saya. Awalnya saya tertarik untuk mengenyam pendidikan di kampus ini lantaran kegemaran saya menyaksikan tayangan reportase di salah satu televisi swasta. Dalam tayangan tersebut, seringnya penelitian terhadap keamanan mutu pangan dilakukan oleh para ahli dari IPB. Saya miris melihat masih banyaknya masyarakat yang kurang memperhatikan keamanan konsumsi pangan sehari-hari bahkan banyak pedangang yang berlaku curang dalam memproduksi dagangannya demi mendapatkan keuntungan yang diinginkan.
lmu dan Teknologi pangan merupakan program studi favorit di IPB yang mampu menjembatani keinginan saya untuk turut andil dalam bidang keamanan pangan di Indonesia. Saya ingin menjadi ahli pangan profesional yang mampu menyediakan pangan murah untuk rakyat namun tetap memperhatikan kadar kebutuhan gizi yang seimbang karena berawal dari masalah 'perut' yang sederhana inilah dapat berdampak pada hal-hal penting yang lebih besar. Bukankah makan merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia? dan dari makanan yang sehat dan seimbang gizinya maka akan terbentuk badan yang mampu dan kuat untuk melahirkan pemikiran-pemikiran cemerlang yang tentunya akan dapat turut andil memajukan bangsa ini.
Current Tren - Tablet
03.31 |
Komputer tablet atau biasa disebut tablet di masyarakat merupakan suatu komputer portabel lengkap yang seluruhnya berupalayar sentuh datar. Ciri pembeda utamanya adalah penggunaan layar sebagai peranti masukan dengan menggunakan stilus, pena digital, atau ujung jari, alih-alih menggunakan papan ketik atau tetikus. Seperti komputer portabel lain, ukuran yang lebih besar membawa kegunaan menjadi lebih mudah namun portabilitas yang lebih rendah dan kebutuhan tenaga yang lebih tinggi.Penggunaan tablet yang awalnya dianggap sebagai barang mewah kini telah menjamur di kalangan masyarakat menengah ke atas masa kini. Kini tablet tak hanya dapat dinikmati kalangan borjuis saja karena mulai bermunculannya variasi merk perusahaan elektronik yang menyediakan tablet dengan berbagai varian harga. Pada awalnya tablet hanya diproduksi oleh perusahaan-perusahaan elektronik ternama saja, namun seiring berjalannya waktu mulai menjamur produk-produk tiruan (kw) utamanya dari negara China yang mirip produsen aslinya namun tentu saja dengan harga penawaran yang lebih murah. Sebenarnya penggunaan tablet sudah ada sejak dulu namun baru berkembang akhir-akhir ini terutama karena banyak bermunculannya produk China yang relatif ramah kantong konsumen. Kini konsumsi masyarakat akan penggunaan tablet mulai terlihat seperti kebutuhan akan alat komunikasi canggih selain hp yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan terhadap teknologi tinggi namun tetap praktis dan portable untuk dibawa kemanapun. Tren penggunaan tablet semakin berkembang tak hanya di kalangan businessman namun merambah ke bidang pendidikan seperti kalangan mahasiswa bahkan murid sekolah menengah atas.
Buku Panduan Perilaku Konsumen
02.59 |
Buku teks Perilaku Konsumen ini ditulis untuk memenuhi kebutuhan para konsumen pembaca, yaitu mahasiswa, praktisi bisnis, para eksekutif perusahaan, para pengambil keputusan di lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun di berbagai lembaga pemerintah. Buku ini juga diperuntukkan bagi dosen atau staf pengajar yang mengasuh mata kuliah Perilaku Konsumen, Manajemen Pemasaran, Riset Pasar, Risef Konsumen, Pemasaran Sosial, Manajemen Promosi dan Periklanan, maupun Komunikasi Bisnis dan Pemasaran. Buku ini bisa dipakai sebagai referensi untuk mahasiswa S1 maupun S2.
Buku ini membahas proses pengambilan
keputusan konsurnen dalam memilih, membeli, menggunakan, dan
mengevaluasi barang atau jasa. Proses pengambilan keputusan ini
dipengaruhi oleh faktor psikologis konsumen, seperti motivasi,
kepribadian, persepsi, sikap, serta proses komunikasi konsumen. Faktor
lainnya yang berpengaruh adalah lingkungan sosial dan budaya dari
konsumen. Pemahaman terhadap faktor-faktor tersebut dapat bermanfaat
bagi para pemasar atau produsen serta siapa pun yang berkepentingan
dengan konsumen untuk mempengaruhi keputusan konsumen dan memperkirakan
perilaku konsumen.
Setelah membaca buku ini, pembaca
diharapkan dapat memahami faktor-faktor psikologis, sosial budaya
konsumen, dan pengaruhnya terhadap proses pengambilan keputusan konsumen
tersebut. Pembaca juga dapat menguasai bagaimana teori-teori perilaku
konsumen dimanfaatkan oleh para pemasar dan produsen untuk meningkatkan
kinerja bisnisnya, dapat menerapkan teori-teori perilaku konsumen dalam
menyusun strategi pemasaran, dan dapat mengidentifikasi serta
menganalisis perilaku konsumen dan perubahan-perubahan perilaku tersebut
sehingga dapat mengembangkan produk dan jasa yang dibutuhkan konsumen.
Buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah
dipahami dan dengan menjelaskan berbagai konsep perilaku konsumen serta
penerapannya dalam bidang pemasaran. Buku ini juga memberikan banyak
contoh dan ilustrasi dengan kasus-kasus komunikasi pemasaran perusahaan
yang beroperasi di Indonesia. Buku ini mengungkapkan konsep perilaku
konsumen dengan nuansa bisnis di Indonesia agar lebih mudah dipahami
oleh pembaca. Buku ini banyak menampilkan iklan cetak atau bahan promosi
cetak dari berbagai produk dan merek yang beredar di Indonesia. Iklan
cetak yang dikutip tersebut telah disebarluaskan ke masyarakat melalui
berbagai media cetak dan berbagai media ruang oleh perusahaan yang
bersangkutan. Tujuan utama dari pengutipan bahan iklan cetak tersebut
adalah untuk memperkaya penjelasan konsep atau teori, sebagai upaya
untuk meningkatkan pemahaman aplikasi perilaku konsumen dalam pemasaran.
Pengutipan iklan cetak tersebut dilakukan dengan menggunakan prosedur
etika pengutipan dalam penulisan karya ilmiah. Pengutipan iklan cetak
dilakukan dengan cara mencantumkan sumber atau nama media cetak yang
menerbitkan/memuat iklan tersebut dan waktu penerbitan. Jika bahan
promosi cetak tersebut tidak dimuat di media cetak, namun sudah tersebar
di masyarakat, maka pengutipan dilakukan dengan menyebutkan nama sumber
kutipan tersebut diperoleh (misalnya kemasan produk, brosur, katalog,
atau bahan promosi cetak lainnya). Hal ini dilakukan untuk menunjukkan
bahwa iklan yang dikutip tersebut merupakan hasil karya dari perusahaan
yang membuat atau mengeluarkan iklan tersebut. Hak milik dan hak cipta
iklan-iklan yang dikutip itu dimiliki oleh perusahaan yang mengeluarkan
iklan tersebut. Bahan kutipan tersebut diperlukan untuk memperkaya
pembahasan teori dan konsep perilaku konsumen. Sebagian iklan-iklan yang
dikutip tanpa disertai nama media cetak yang memuat iklan tersebut. Hal
ini dilakukan untuk bahan iklan-iklan yang diperoleh penulis langsung
dari perusahaan-perusahaan yang memberikan izin pengutipan iklan itu.
Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Philip S. Purnama, MBA
dari PT ISM Bogasari Flourmills, yang telah mengizinkan saya menggunakan
iklan cetak dan bahan promosi cetak beberapa produk Bogasari. Ucapan
terima kasih dan penghargaan juga disampaikan kepada Bapak Anggoro Eko
Cahyo dari Card Center PT Bank BNI, Bapak Muhammad Arief dari PT Danone
Indonesia, Bapak Rian Partama dari PT Arnott’s Indonesia, Bapak Edin
Saefudin dari PT Syngenta Indonesia, Bapak Johanes Kitono dari PT
Charoen Pokphand Indonesia,
Bapak Budiono dari PT Reckitt Benckiser
Indonesia, yang telah memberikan bahan promosi cetak maupun elektronik
file kepada saya untuk digunakan dalam buku ini.
Buku ini terdiri atas lima bagian. Bagian
pertama berisi satu bab, yaitu Bab 1 Pendahuluan, yang menguraikan
mengenai pengertian perilaku konsumen, arti konsumen, sejarah disiplin
perilaku konsumen, dan siapa yang berkepentingan dengan perilaku
konsumen. Bab Pendahuluan diakhiri dengan uraian model pengambilan
keputusan yang dijadikan sebagai landasan konseptual dalam buku teks
ini. Bagian kedua disebut sebagai Perbedaan Individu Konsumen, yang
menguraikan faktor-faktor perbedaan individu yang mempengaruhi keputusan
konsumen. Bagian dua terdiri atas enam bab (Bab 2 sampai Bab 7). Bab
2 membahas kebutuhan dan motivasi konsumen. Bab 3 membahas kepribadian
konsumen. Bab 4 membahas pengolahan informasi dan persepsi konsumen. Bab
5 membahas proses belajar konsumen. Bab 6 membahas pengetahuan konsumen
dan Bab 7 membahas sikap konsumen. Bagian ketiga
disebut sebagai Faktor Lingkungan Konsumen, yang menguraikan
faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi keputusan konsumen. Bagian
ketiga terdiri atas lima bab (Bab 8 sampai Bab 12). Bab 8 membahas
budaya, Bab 9 membahas karakteristik sosial ekonomi konsumen, Bab 10
membahas mengenai keluarga dan rumah tangga, Bab 11 membahas kelompok
acuan, dan Bab 12 membahas situasi konsumen. Bagian keempat disebut
sebagai Proses Keputusan Konsumen, yang menguraikan mengenai tahap-tahap
proses keputusan konsumen. Bagian keempat terdiri atas dua bab. Bab 13
menguraikan pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, dan evaluasi
alternatif. Bab 14 membahas mengenai tahap pembelian, pemakaian, dan
kepuasan konsumen. Bagian kelima terdiri atas satu bab, yaitu Bab 15,
yang menguraikan mengenai tanggung jawab sosial terhadap konsumen.
Consumer Behaviour Description
20.37 |
is the study of individuals, groups, or organizations and the processes they use to select, secure, and dispose of products, services, experiences, or ideas to satisfy needs and the impacts that these processes have on the consumer and society.
It blends elements from psychology, sociology, social anthropology and economics.
It attempts to understand the buyer decision making process, both
individually and in groups. It studies characteristics of individual
consumers such as demographics and behavioural variables in an attempt to understand people's wants. It also tries to assess influences on the consumer from groups such as family, friends, reference groups, and society in general.
Customer behaviour study is based on consumer buying behaviour, with
the customer playing the three distinct roles of user, payer and buyer.
Research has shown that consumer behavior is difficult to predict, even
for experts in the field. Relationship marketing
is an influential asset for customer behaviour analysis as it has a
keen interest in the re-discovery of the true meaning of marketing
through the re-affirmation of the importance of the customer or buyer. A
greater importance is also placed on consumer retention, customer
relationship management, personalisation, customisation and one-to-one
marketing. Social functions can be categorized into social choice and
welfare functions.
Each method for vote counting is assumed as social function but if Arrow’s possibility theorem
is used for a social function, social welfare function is achieved.
Some specifications of the social functions are decisiveness, neutrality, anonymity, monotonicity, unanimity, homogeneity and weak and strong Pareto optimality.
No social choice function meets these requirements in an ordinal scale
simultaneously. The most important characteristic of a social function
is identification of the interactive effect of alternatives and creating
a logical relation with the ranks. Marketing provides services in order
to satisfy customers. With that in mind, the productive system is
considered from its beginning at the production level, to the end of the
cycle, the consumer (Kioumarsi et al., 2009).
source: Wikipedia
Langganan:
Komentar (Atom)








