RSS

Interesting Topic

Mata kuliah Perilaku Konsumem memberikan banyak sekali pelajaran berharga untuk menjadi konsumen yang bijak dalam memilih suatu produk Hal menarik yang dipelajari hari ini adalah tentang studi perilaku konsumen yang mencakup hal-hal apa saja yang seringkali dilakukakn oleh konsumen saat hendak mengkonsumsi sebuah produk. Hal lain yang membuat menarik adalah hal yang berhubungan dengan keputusan individu yang mendasari konsumen dalam memilih produk serta faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu budaya, keluarga, teknologi, kelompok acuan, lingkungan dan situasi konsumen, serta karateristik demografi, sosial, ekonomi. Melalui mata kuliah perilaku konsumen ini saya dapat belajar bagaimana cara bijak dan cerdas menjadi seorang konsumen.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Motivasi kuliah di IPB departemen Ilmu dan Teknologi Pangan

Seperti kebanyakan gadis yang baru saja lulus dari banggu sma, saya juga punya keinginan untuk terus mengenyam pendidikan di bangku perguruan tinggi. Keinginan saya untuk meneruskan kuliah sangat didukung penuh oleh kedua orang tua yang memiliki latar pendidikan cukup dan kebetulan juga berkecimpung di dunia pendidikan. Selain itu, saya masih ingin terus belajar, mencari ilmu sebanyak banyaknya untuk dishare kepada orang lain. Bukankah ada hadits yang mengatakan bahwa "Tuntunlah ilmu dari gendongan ibumu hingga linang lahat?" itulah yang juga memberikan motivasi kuat bagi saya untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebagai mahasiswa kita dituntut untuk menjadi agen perubahan di masyarakat dan turut andil dalam pelaksanaan pemerintahan di negara ini, hal itulah yang memberikan motivasi dan keinginan yang kuat untuk menjadi agent of change bagi bangsa ini. 

IPB merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang banyak menghasilkan orang-orang penting dalam membawa perubahan bangsa ini. Banyak karya-karya kreatif dan inovatif yang dilahirkan dari institut terkemuka yang terletak di Bogor ini. Hal tersebut memantapkan saya untuk memilih Institut Pertanian Bogor sebagai perantara untuk mewujudkan cita-cita saya. Awalnya saya tertarik untuk mengenyam pendidikan di kampus ini lantaran kegemaran saya menyaksikan tayangan reportase di salah satu televisi swasta. Dalam tayangan tersebut, seringnya penelitian terhadap keamanan mutu pangan dilakukan oleh para ahli dari IPB. Saya miris melihat masih banyaknya masyarakat yang kurang memperhatikan keamanan konsumsi pangan sehari-hari bahkan banyak pedangang yang berlaku curang dalam memproduksi dagangannya demi mendapatkan keuntungan yang diinginkan.

lmu dan Teknologi pangan merupakan program studi favorit di IPB yang mampu menjembatani keinginan saya untuk turut andil dalam bidang keamanan pangan di Indonesia. Saya ingin menjadi ahli pangan profesional yang mampu menyediakan pangan murah untuk rakyat namun tetap memperhatikan kadar kebutuhan gizi yang seimbang karena berawal dari masalah 'perut' yang sederhana inilah dapat berdampak pada hal-hal penting yang lebih besar. Bukankah makan merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia? dan dari makanan yang sehat dan seimbang gizinya maka akan terbentuk badan yang mampu dan kuat untuk melahirkan pemikiran-pemikiran cemerlang yang tentunya akan dapat turut andil memajukan bangsa ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Current Tren - Tablet

Komputer tablet atau biasa disebut tablet di masyarakat merupakan suatu komputer portabel lengkap yang seluruhnya berupalayar sentuh datar. Ciri pembeda utamanya adalah penggunaan layar sebagai peranti masukan  dengan menggunakan stiluspena digital, atau ujung jari, alih-alih menggunakan papan ketik atau tetikusSeperti komputer portabel lain, ukuran yang lebih besar membawa kegunaan menjadi lebih mudah namun portabilitas yang lebih rendah dan kebutuhan tenaga yang lebih tinggi.Penggunaan tablet yang awalnya dianggap sebagai barang mewah kini telah menjamur di kalangan masyarakat menengah ke atas masa kini. Kini tablet tak hanya dapat dinikmati kalangan borjuis saja karena mulai bermunculannya variasi merk perusahaan elektronik yang menyediakan tablet dengan berbagai varian harga. Pada awalnya tablet hanya diproduksi oleh perusahaan-perusahaan elektronik ternama saja, namun seiring berjalannya waktu mulai menjamur produk-produk tiruan (kw) utamanya dari negara China yang mirip produsen aslinya namun tentu saja dengan harga penawaran yang lebih murah. Sebenarnya penggunaan tablet sudah ada sejak dulu namun baru berkembang akhir-akhir ini terutama karena banyak bermunculannya produk China yang relatif ramah kantong konsumen. Kini konsumsi masyarakat akan penggunaan tablet mulai terlihat seperti kebutuhan akan alat komunikasi canggih selain hp yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan terhadap teknologi tinggi namun tetap praktis dan portable untuk dibawa kemanapun. Tren penggunaan tablet semakin berkembang tak hanya di kalangan businessman namun merambah ke bidang pendidikan seperti kalangan mahasiswa bahkan murid sekolah menengah atas.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Buku Panduan Perilaku Konsumen


Buku teks Perilaku Konsumen ini ditulis untuk memenuhi kebutuhan para konsumen pembaca, yaitu mahasiswa, praktisi bisnis, para eksekutif perusahaan, para pengambil keputusan di lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun di berbagai lembaga pemerintah. Buku ini juga diperuntukkan bagi dosen atau staf pengajar yang mengasuh mata kuliah Perilaku Konsumen, Manajemen Pemasaran, Riset Pasar, Risef Konsumen, Pemasaran Sosial, Manajemen Promosi dan Periklanan, maupun Komunikasi Bisnis dan Pemasaran. Buku ini bisa dipakai sebagai referensi untuk mahasiswa S1 maupun S2.
Buku ini membahas proses pengambilan keputusan konsurnen dalam memilih, membeli, menggunakan, dan mengevaluasi barang atau jasa. Proses pengambilan keputusan ini dipengaruhi oleh faktor psikologis konsumen, seperti motivasi, kepribadian, persepsi, sikap, serta proses komunikasi konsumen. Faktor lainnya yang berpengaruh adalah lingkungan sosial dan budaya dari konsumen. Pemahaman terhadap faktor-faktor tersebut dapat bermanfaat bagi para pemasar atau produsen serta siapa pun yang berkepentingan dengan konsumen untuk mempengaruhi keputusan konsumen dan memperkirakan perilaku konsumen.
Setelah membaca buku ini, pembaca diharapkan dapat memahami faktor-faktor psikologis, sosial budaya konsumen, dan pengaruhnya terhadap proses pengambilan keputusan konsumen tersebut. Pembaca juga dapat menguasai bagaimana teori-teori perilaku konsumen dimanfaatkan oleh para pemasar dan produsen untuk meningkatkan kinerja bisnisnya, dapat menerapkan teori-teori perilaku konsumen dalam menyusun strategi pemasaran, dan dapat mengidentifikasi serta menganalisis perilaku konsumen dan perubahan-perubahan perilaku tersebut sehingga dapat mengembangkan produk dan jasa yang dibutuhkan konsumen.
Buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan dengan menjelaskan berbagai konsep perilaku konsumen serta penerapannya dalam bidang pemasaran. Buku ini juga memberikan banyak contoh dan ilustrasi dengan kasus-kasus komunikasi pemasaran perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Buku ini mengungkapkan konsep perilaku konsumen dengan nuansa bisnis di Indonesia agar lebih mudah dipahami oleh pembaca. Buku ini banyak menampilkan iklan cetak atau bahan promosi cetak dari berbagai produk dan merek yang beredar di Indonesia. Iklan cetak yang dikutip tersebut telah disebarluaskan ke masyarakat melalui berbagai media cetak dan berbagai media ruang oleh perusahaan yang bersangkutan. Tujuan utama dari pengutipan bahan iklan cetak tersebut adalah untuk memperkaya penjelasan konsep atau teori, sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman aplikasi perilaku konsumen dalam pemasaran. Pengutipan iklan cetak tersebut dilakukan dengan menggunakan prosedur etika pengutipan dalam penulisan karya ilmiah. Pengutipan iklan cetak dilakukan dengan cara mencantumkan sumber atau nama media cetak yang menerbitkan/memuat iklan tersebut dan waktu penerbitan. Jika bahan promosi cetak tersebut tidak dimuat di media cetak, namun sudah tersebar di masyarakat, maka pengutipan dilakukan dengan menyebutkan nama sumber kutipan tersebut diperoleh (misalnya kemasan produk, brosur, katalog, atau bahan promosi cetak lainnya). Hal ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa iklan yang dikutip tersebut merupakan hasil karya dari perusahaan yang membuat atau mengeluarkan iklan tersebut. Hak milik dan hak cipta iklan-iklan yang dikutip itu dimiliki oleh perusahaan yang mengeluarkan iklan tersebut. Bahan kutipan tersebut diperlukan untuk memperkaya pembahasan teori dan konsep perilaku konsumen. Sebagian iklan-iklan yang dikutip tanpa disertai nama media cetak yang memuat iklan tersebut. Hal ini dilakukan untuk bahan iklan-iklan yang diperoleh penulis langsung dari perusahaan-perusahaan yang memberikan izin pengutipan iklan itu. Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Philip S. Purnama, MBA dari PT ISM Bogasari Flourmills, yang telah mengizinkan saya menggunakan iklan cetak dan bahan promosi cetak beberapa produk Bogasari. Ucapan terima kasih dan penghargaan juga disampaikan kepada Bapak Anggoro Eko Cahyo dari Card Center PT Bank BNI, Bapak Muhammad Arief dari PT Danone Indonesia, Bapak Rian Partama dari PT Arnott’s Indonesia, Bapak Edin Saefudin dari PT Syngenta Indonesia, Bapak Johanes Kitono dari PT Charoen Pokphand Indonesia,
Bapak Budiono dari PT Reckitt Benckiser Indonesia, yang telah memberikan bahan promosi cetak maupun elektronik file kepada saya untuk digunakan dalam buku ini.
Buku ini terdiri atas lima bagian. Bagian pertama berisi satu bab, yaitu Bab 1 Pendahuluan, yang menguraikan mengenai pengertian perilaku konsumen, arti konsumen, sejarah disiplin perilaku konsumen, dan siapa yang berkepentingan dengan perilaku konsumen. Bab Pendahuluan diakhiri dengan uraian model pengambilan keputusan yang dijadikan sebagai landasan konseptual dalam buku teks ini. Bagian kedua disebut sebagai Perbedaan Individu Konsumen, yang menguraikan faktor-faktor perbedaan individu yang mempengaruhi keputusan konsumen. Bagian dua terdiri atas enam bab (Bab 2 sampai Bab 7). Bab 2 membahas kebutuhan dan motivasi konsumen. Bab 3 membahas kepribadian konsumen. Bab 4 membahas pengolahan informasi dan persepsi konsumen. Bab 5 membahas proses belajar konsumen. Bab 6 membahas pengetahuan konsumen dan Bab 7 membahas sikap konsumen. Bagian ketiga disebut sebagai Faktor Lingkungan Konsumen, yang menguraikan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi keputusan konsumen. Bagian ketiga terdiri atas lima bab (Bab 8 sampai Bab 12). Bab 8 membahas budaya, Bab 9 membahas karakteristik sosial ekonomi konsumen, Bab 10 membahas mengenai keluarga dan rumah tangga, Bab 11 membahas kelompok acuan, dan Bab 12 membahas situasi konsumen. Bagian keempat disebut sebagai Proses Keputusan Konsumen, yang menguraikan mengenai tahap-tahap proses keputusan konsumen. Bagian keempat terdiri atas dua bab. Bab 13 menguraikan pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, dan evaluasi alternatif. Bab 14 membahas mengenai tahap pembelian, pemakaian, dan kepuasan konsumen. Bagian kelima terdiri atas satu bab, yaitu Bab 15, yang menguraikan mengenai tanggung jawab sosial terhadap konsumen.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Consumer Behaviour Description



















 is the study of individuals, groups, or organizations and the processes they use to select, secure, and dispose of products, services, experiences, or ideas to satisfy needs and the impacts that these processes have on the consumer and society. 

 It blends elements from psychology, sociology, social anthropology and economics. It attempts to understand the buyer decision making process, both individually and in groups. It studies characteristics of individual consumers such as demographics and behavioural variables in an attempt to understand people's wants. It also tries to assess influences on the consumer from groups such as family, friends, reference groups, and society in general.
Customer behaviour study is based on consumer buying behaviour, with the customer playing the three distinct roles of user, payer and buyer. Research has shown that consumer behavior is difficult to predict, even for experts in the field. Relationship marketing is an influential asset for customer behaviour analysis as it has a keen interest in the re-discovery of the true meaning of marketing through the re-affirmation of the importance of the customer or buyer. A greater importance is also placed on consumer retention, customer relationship management, personalisation, customisation and one-to-one marketing. Social functions can be categorized into social choice and welfare functions.
Each method for vote counting is assumed as social function but if Arrow’s possibility theorem is used for a social function, social welfare function is achieved. Some specifications of the social functions are decisiveness, neutrality, anonymity, monotonicity, unanimity, homogeneity and weak and strong Pareto optimality. No social choice function meets these requirements in an ordinal scale simultaneously. The most important characteristic of a social function is identification of the interactive effect of alternatives and creating a logical relation with the ranks. Marketing provides services in order to satisfy customers. With that in mind, the productive system is considered from its beginning at the production level, to the end of the cycle, the consumer (Kioumarsi et al., 2009).
source: Wikipedia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS