RSS

Motivasi kuliah di IPB departemen Ilmu dan Teknologi Pangan

Seperti kebanyakan gadis yang baru saja lulus dari banggu sma, saya juga punya keinginan untuk terus mengenyam pendidikan di bangku perguruan tinggi. Keinginan saya untuk meneruskan kuliah sangat didukung penuh oleh kedua orang tua yang memiliki latar pendidikan cukup dan kebetulan juga berkecimpung di dunia pendidikan. Selain itu, saya masih ingin terus belajar, mencari ilmu sebanyak banyaknya untuk dishare kepada orang lain. Bukankah ada hadits yang mengatakan bahwa "Tuntunlah ilmu dari gendongan ibumu hingga linang lahat?" itulah yang juga memberikan motivasi kuat bagi saya untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebagai mahasiswa kita dituntut untuk menjadi agen perubahan di masyarakat dan turut andil dalam pelaksanaan pemerintahan di negara ini, hal itulah yang memberikan motivasi dan keinginan yang kuat untuk menjadi agent of change bagi bangsa ini. 

IPB merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang banyak menghasilkan orang-orang penting dalam membawa perubahan bangsa ini. Banyak karya-karya kreatif dan inovatif yang dilahirkan dari institut terkemuka yang terletak di Bogor ini. Hal tersebut memantapkan saya untuk memilih Institut Pertanian Bogor sebagai perantara untuk mewujudkan cita-cita saya. Awalnya saya tertarik untuk mengenyam pendidikan di kampus ini lantaran kegemaran saya menyaksikan tayangan reportase di salah satu televisi swasta. Dalam tayangan tersebut, seringnya penelitian terhadap keamanan mutu pangan dilakukan oleh para ahli dari IPB. Saya miris melihat masih banyaknya masyarakat yang kurang memperhatikan keamanan konsumsi pangan sehari-hari bahkan banyak pedangang yang berlaku curang dalam memproduksi dagangannya demi mendapatkan keuntungan yang diinginkan.

lmu dan Teknologi pangan merupakan program studi favorit di IPB yang mampu menjembatani keinginan saya untuk turut andil dalam bidang keamanan pangan di Indonesia. Saya ingin menjadi ahli pangan profesional yang mampu menyediakan pangan murah untuk rakyat namun tetap memperhatikan kadar kebutuhan gizi yang seimbang karena berawal dari masalah 'perut' yang sederhana inilah dapat berdampak pada hal-hal penting yang lebih besar. Bukankah makan merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia? dan dari makanan yang sehat dan seimbang gizinya maka akan terbentuk badan yang mampu dan kuat untuk melahirkan pemikiran-pemikiran cemerlang yang tentunya akan dapat turut andil memajukan bangsa ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar